# Pesan Otomatis

## **Apa Itu Pesan Otomatis?** <a href="#apa-itu-pesan-otomatis" id="apa-itu-pesan-otomatis"></a>

Pesan Otomatis merupakan fitur yang memungkinkan Anda untuk mengirim atau merespon balasan secara otomatis kepada pada costumer berdasarkan pesan yang sebelumnya sudah Anda buat dan setting terlebih dahulu. Fitur Pesan Otomatis ini juga dapat dimanfaatkan untuk membantu Anda dalam menjawab pertanyaan umum costumer atau permintaan informasi apapun yang sering diajukan oleh costumer/pelanggan.

***

## **Menu Pesan Otomatis**

#### **Komponen Informasi**

<figure><img src="/files/AN1ZbGGatljMNEeyHg8f" alt=""><figcaption><p><em><strong>Tampilan komponen informasi pesan otomatis yang telah dibuat</strong></em></p></figcaption></figure>

Bagian ini menjelaskan kolom informasi yang muncul pada daftar pesan otomatis:

* **Nama** – Menampilkan judul pesan otomatis beserta keterangan waktu saat pesan tersebut pertama kali dibuat.
* **Trigger** – Menampilkan jenis pemicu (*trigger*) yang digunakan dan jumlah variasi kalimat pemicu yang telah didaftarkan.
* **Channel** – Menampilkan channel (WhatsApp) yang digunakan sebagai media pengirim pesan.
* **Dibuat Oleh** – Menampilkan nama pembuat yang membuat pesan otomatis tersebut.
* **Status** – Menunjukkan apakah pesan otomatis tersebut sedang dalam posisi Aktif atau Nonaktif.

#### **Tombol Aksi & Pengelolaan**

<figure><img src="/files/aZMTIGkIV13zWE8rAV2Y" alt=""><figcaption><p><em><strong>Tampilan tombol aksi &#x26; pengelolaan pesan otomatis</strong></em></p></figcaption></figure>

Gunakan tombol-tombol berikut untuk mengelola pesan otomatis Anda:

<table><thead><tr><th width="203.94183349609375">Aksi</th><th>Deskripsi</th></tr></thead><tbody><tr><td><strong>Detail</strong></td><td>Membuka informasi lengkap meliputi judul, waktu pembuatan, detail trigger, daftar kalimat pemicu, channel, status, hingga isi pesan yang akan dikirim.</td></tr><tr><td><strong>Duplikat</strong></td><td>Menyalin (kloning) konfigurasi pesan otomatis yang sudah ada untuk mempercepat pembuatan pesan baru yang serupa.</td></tr><tr><td><strong>Non aktifkan / Aktifkan</strong></td><td>Mengubah status operasional pesan tanpa harus menghapusnya.</td></tr><tr><td><strong>Edit</strong></td><td>Melakukan perubahan pada judul, isi pesan, maupun pengaturan trigger.</td></tr><tr><td><strong>Hapus</strong></td><td>Menghapus pesan otomatis tersebut secara permanen.</td></tr></tbody></table>

> ***Tips:***
>
> *Gunakan fitur Duplikat jika Anda ingin membuat kampanye serupa namun dengan sedikit perbedaan pada kalimat trigger agar lebih efisien.*

***

## **Bagaimana Cara Mengirim Pesan Follow Up Melalui Pesan Otomatis?** <a href="#bagaimana-cara-mengirim-pesan-follow-up-melalui-pesan-otomatis" id="bagaimana-cara-mengirim-pesan-follow-up-melalui-pesan-otomatis"></a>

1. Masuk ke menu **“Kampanye”.** Lalu buka bagian **“Pesan Otomatis”.**
2. Klik **“+ Buat Pesan Otomatis”.**

<figure><img src="/files/hYB5bRBckXr9y8wJE5Xj" alt=""><figcaption><p><em><strong>Tampilan daftar pesan otomatis</strong></em></p></figcaption></figure>

3. **Atur Detail Pengirim dan Judul**

* **Pilih Pengirim:** Tentukan akun WhatsApp yang akan digunakan sebagai pengirim pesan otomatis. Pastikan akun yang dipilih sudah terhubung dan aktif agar pesan dapat terkirim dengan lancar.
* **Judul Pesan Terjadwal:** Masukkan judul pesan otomatis / pesan follow up nya.

<figure><img src="/files/tKYA8iNNMBkRQq2NqoMw" alt=""><figcaption></figcaption></figure>

4. **Pilih Tipe Trigger & Aksi**

**Tipe Trigger:** Pilih kondisi yang memicu pesan otomatis, seperti:

* **Chat**: Saat ada pesan masuk dan keluar.
* **Label**: Berdasarkan penambahan label.
* **Pipelead**: Berdasarkan status pipeline.
* **Terjadwal**: Berdasarkan waktu tertentu.

**Aksi**: Pilih tindakan sesuai dengan trigger (opsi akan menyesuaikan pilihan trigger).

1. Jika Anda menggunakan **Trigger “Chat”.**

* Masukan kata kunci yang akan memicu pesan otomatis terkirim,
* Anda dapat menambahkan lebih dari satu keyword.

2. Jika Anda menggunakan **Trigger “Label”.**

* Pesan otomatis akan dikirim saat label tertentu ditambahkan ke kontak.
* Pilih label yang ingin dijadikan pemicu pengiriman pesan otomatis.

3. Jika Anda menggunakan **Trigger “Pipelead”.**

* Pilih Pipelead & Stage yang akan menjadi pemicu pengiriman pesan otomatis.

4. Jika Anda menggunakan **Trigger “ Terjadwal”.**

* Tetukan jadwal pengirimannya ( mingguan, bulanan dan tahunan ).

<figure><img src="/files/4g05AmjthvGRCVvjmu2L" alt=""><figcaption></figcaption></figure>

* **Triger Chat**\
  Disini Anda dapat memilih aksi **“Chat Masuk”** atau **“Chat Keluar”.** Setelah itu, masukkan kata kunci yang akan digunakan sebagai pemicu agar pesan otomatis dapat terkirim secara otomatis saat kata tersebut terdeteksi dalam percakapan.

**Chat Masuk:** Ketika ada pesan baru dari customer maka pesan otomatis akan ter trigger dengan keyword yang sudah ditentukan.

**Chat Keluar:** Ketika Customer service mengirim pesan pada customer maka pesan otomatis tertriger dengan keyword yang sudah ditentukan .

<figure><img src="/files/fjH6Pl2rRfaCAQsB49cU" alt=""><figcaption></figcaption></figure>

* **Triger Label**\
  Disini Anda dapat memilih Aksi ditambahkan dan memilih label untuk dijadikan pemicu pesan otomatis terkirim.

<figure><img src="/files/To6bv9JllKR5bE3f5dan" alt=""><figcaption><p><em><strong>Tampilan pengaturan trigger label pada pesan otomatis</strong></em></p></figcaption></figure>

* **Trigger Pipelead**\
  Pada jenis trigger ini, Anda dapat menggunakan aksi **“Ditambahkan”,** yang berarti pesan otomatis akan dikirim saat lead masuk ke tahap tertentu dalam Pipelead.

**Langkah yang perlu Anda lakukan :**

* Pilih pipelead yang digunakan.
* Pilih stage.

<figure><img src="/files/6kANraB7O2UkVJgc67Qp" alt=""><figcaption><p><em><strong>Tampilan pengaturan trigger pipelead pada pesan otomatis</strong></em></p></figcaption></figure>

* **Trigger Terjadwal**\
  Trigger ini digunakan untuk mengirim pesan otomatis secara berkala berdasarkan jadwal yang telah ditentukan. Pada triger ini Anda dapat memilih jadwal pengiriman (mingguan, bulanan, tahunan).

<figure><img src="/files/XKM62JW0XXVjyz6cSEAz" alt=""><figcaption><p><em><strong>Tampilan pengaturan trigger jadwal pengiriman pada pesan otomatis</strong></em></p></figcaption></figure>

5. **Tambahkan Konten Pesan**\
   Klik tombol **“+ Tambahkan Pesan Baru”,** lalu masukan isi pesan yang ingin dikirim secara otomatis.\
   **Disana Anda dapat:**

   * **Pilih Tipe Pesan**\
     Tentukan jenis pesan yang ingin dikirim: bisa teks, gambar, atau video.
   * **Tulis Isi Pesan**\
     Masukkan konten pesan yang ingin dikirim. Anda bisa menggunakan Spintax untuk mempersonalisasi isi pesan, **contohnya:**\
     \&#xNAN;*Halo {nama}*

     *sistem akan otomatis mengganti {nama} dengan nama kontak penerima*
   * **Atur Waktu Pengiriman**\
     Tentukan kapan pesan akan dikirim setelah trigger aktif, misalnya:     \
     0 hari 0 jam 5 menit → pesan akan dikirim 5 menit setelah trigger.
   * **Kelola Spintax**\
     Kelola Spintax adalah fitur untuk membuat pesan otomatis menjadi lebih personal dan variatif.

   **Contohnya:** {nama} akan otomatis diganti dengan nama kontak saat pesan dikirim.

<figure><img src="/files/vwPT9g9bBbAQNCDgra1n" alt=""><figcaption></figcaption></figure>

6. Klik tombol **“Simpan”** untuk mengaktifkan pesan otomatis.


---

# Agent Instructions: Querying This Documentation

If you need additional information that is not directly available in this page, you can query the documentation dynamically by asking a question.

Perform an HTTP GET request on the current page URL with the `ask` query parameter:

```
GET https://pt-booster-teknologi-indonesias.gitbook.io/docs.socialchat.id/campaign/pesan-otomatis.md?ask=<question>
```

The question should be specific, self-contained, and written in natural language.
The response will contain a direct answer to the question and relevant excerpts and sources from the documentation.

Use this mechanism when the answer is not explicitly present in the current page, you need clarification or additional context, or you want to retrieve related documentation sections.
